
Bayangkan Anda memimpin tim sales yang mengisi status prospek di Google Sheets. Setiap orang menulis berbeda: "Hot", "hot lead", "panas". Laporan jadi berantakan, dashboard meleset, dan Anda menghabiskan malam Jumat membersihkan data.
Di sinilah cara membuat pilihan di spreadsheet menjadi fondasi. Dropdown di sel mengubah Google Sheets dari sekadar tabel menjadi sistem keputusan mini: semua orang memilih dari opsi yang sama, seperti "New", "Qualified", "Won", "Lost". Kurang klik manual, lebih banyak konsistensi.
Google sendiri merekomendasikan fitur dropdown dan validasi data di Sheets untuk menjaga kualitas input. Anda bisa membuat dropdown dari rentang referensi, mengizinkan beberapa pilihan, hingga mengatur gaya tampilan seperti chip berwarna.
Sekarang bayangkan AI computer agent yang mengerti bisnis Anda. Alih-alih Anda yang mengatur satu per satu, agen ini membuka spreadsheet, membaca struktur pipeline, membangun daftar pilihan yang tepat, lalu menggandakan aturan ke ratusan kolom dan tab. Setiap kali ada produk baru, tahap baru, atau tim baru, agen yang memperbarui semua dropdown secara otomatis. Anda cukup mendefinisikan aturan bisnis; AI yang mengerjakan klik, drag, dan konfigurasi berulang. Hasilnya: data lebih bersih, laporan real-time, dan tim bebas fokus ke penutupan deal, bukan mengurusi format sel.
Sebelum bicara otomatisasi, Anda perlu mengerti cara membuat pilihan di spreadsheet secara manual. Ini akan membantu saat melatih AI agent nantinya.
Metode 1: Insert > Dropdown (cara tercepat)
Metode 2: Data > Data validation (lebih fleksibel) Berdasarkan dokumentasi resmi Google di https://support.google.com/docs/answer/186103, ini cara lengkapnya:
Metode 3: Klik kanan > Dropdown (situasi cepat di sheet penuh data)
Metode 4: Edit atau hapus dropdown yang sudah ada
Metode-metode manual ini sangat berguna untuk tim kecil dan eksperimen awal, tapi akan cepat menyita waktu saat Anda punya banyak sheet, tab, dan variasi status.
Ketika sheet Anda mulai dipakai banyak orang, menjaga konsistensi pilihan menjadi tantangan. Di sini no-code automation membantu tanpa perlu menulis kode.
Metode 1: Tab "Config" sebagai pusat semua pilihan Alih-alih mengedit dropdown di setiap kolom, buat satu tab bernama "Config" yang berisi semua daftar:
Lalu, di kolom-kolom operasional (pipeline sales, kalender kampanye, manajemen proyek), gunakan "Dropdown from range" yang mengacu ke tab Config. Ketika Anda mengubah daftar di Config, semua dropdown yang terkait ikut diperbarui otomastis.
Metode 2: Sinkronisasi dengan form tanpa kode Jika tim lapangan mengisi data lewat Google Forms:
Metode 3: Otomatisasi dengan tools no-code (Zapier, Make, dll.) Anda bisa membuat otomasi seperti:
Keuntungan no-code:
Kekurangan:
Saat organisasi tumbuh, Anda bisa punya puluhan spreadsheet: satu untuk tiap klien, tiap tim, tiap channel. Mengatur cara membuat pilihan di spreadsheet secara konsisten menjadi pekerjaan penuh waktu. Di sinilah AI computer agent seperti Simular Pro bersinar.
Metode 1: Agen Simular sebagai "admin Sheets" virtual Bayangkan Anda mendefinisikan satu skenario:
Agen Simular Pro bisa:
Pro:
Kontra:
Metode 2: Jalankan agen lewat webhook dari pipeline bisnis Karena Simular Pro mendukung integrasi webhook, Anda bisa:
Pro:
Kontra:
Metode 3: Pemeliharaan berkala oleh agen AI Setiap kali Anda mengubah daftar di tab Config master (misal menambah status baru "On-hold"), Anda dapat:
Dengan kombinasi pemahaman manual (bagian 1), no-code (bagian 2), dan AI agent (bagian 3), Anda berpindah dari kerja reaktif dan manual menjadi sistem yang dapat diskalakan. Google Sheets tetap menjadi kanvas utama, tapi operatornya bukan lagi Anda – melainkan agen komputer AI yang sabar, konsisten, dan tidak pernah lelah mengklik "Data > Data validation" ratusan kali.
Untuk membuat dropdown pilihan di Google Sheets, pertama tentukan dulu kolom mana yang butuh kontrol input (misalnya kolom Status Lead). Lalu:
Dokumentasi resmi Google untuk fitur ini bisa Anda lihat di https://support.google.com/docs/answer/186103 untuk detail lebih lanjut.
Cara paling rapi untuk skala besar adalah memakai satu tab konfigurasi master. Buat tab bernama "Config" di Google Sheets Anda. Di tab ini, siapkan daftar pilihan di kolom-kolom terpisah: misalnya A2:A10 berisi daftar Status, B2:B10 berisi daftar Channel, dan seterusnya. Setelah itu:
Keuntungannya, setiap kali Anda menambah atau mengubah opsi di tab Config, semua dropdown yang merujuk ke rentang tersebut otomatis ikut berubah. Anda tidak perlu membuka dan mengedit aturan di setiap kolom. Cara ini sangat cocok untuk agensi dan tim sales yang sering menambah kategori baru.
Google Sheets mendukung beberapa pilihan dropdown dalam satu sel menggunakan gaya chip. Untuk mengaktifkannya:
Sekarang, saat user mengklik sel, mereka dapat memilih lebih dari satu opsi; Sheets akan menampilkan chip berwarna di dalam sel. Perhatikan bahwa di perangkat seluler, pemilihan beberapa opsi bisa terbatas meski fitur diaktifkan. Untuk case seperti kategori campaign atau beberapa channel yang digunakan sekaligus, fitur ini sangat berguna. Detail resmi soal dropdown dan multiple selections bisa Anda rujuk di halaman bantuan Google di https://support.google.com/docs/answer/186103.
Saat skema bisnis berubah, Anda perlu mengubah atau menghapus dropdown lama agar data tetap relevan. Caranya:
Perlu diingat, jika dropdown Anda bersumber dari rentang berwarna di Config lalu Anda menghapus nilai berwarna di rentang sumber, nilai tersebut masih bisa muncul di kriteria namun tidak dapat diedit. Solusinya, sesuaikan rentang sumber atau ubah warna item lain. Panduan lengkap ada di https://support.google.com/docs/answer/186103.
Untuk organisasi dengan banyak klien atau proyek, mengelola dropdown di puluhan Google Sheets bisa memakan waktu besar. Strategi yang efektif:
=IMPORTRANGE, kemudian menjadikannya sumber "Dropdown from range".